Senin, 02 Mei 2011
PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU
Jika ada yang kurang jelas bisa ditanyakan langsung melalui :
Facebook : SD Muhammadiyah 1 Banyuwangi
E-mail : sdmuhammadiyah1banyuwangi@yahoo.com
Jumat, 18 Maret 2011
Krisis Nuklir Jepang, Ini Panduan WHO Cegah Kanker
SEBAGAI akibat krisis nuklir Jepang, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan panduan baru tentang bagaimana meminimalkan paparan terhadap radiasi yang dapat menyebabkan kanker. Dampak ini terutama mengenai anak-anak dan usia dewasa muda.
WHO mengatakan, kebijakan yang diambil Jepang sejauh ini telah memenuhi rekomendasi kesehatan publik, termasuk mengevakuasi orang-orang dalam jarak 20 km dari PLTN Fukushima dan meminta orang-orang dalam jarak 30 km dari PLTN untuk tinggal di dalam rumah.
WHO menegaskan, tidak ada indikasi bahaya keamanan pangan akibat impor produk makanan dari Jepang. Namun, WHO tetap meminta pemerintah Jepang untuk tetap melindungi produksi pangan dan ternak meski tidak langsung berasal dari daerah sekitar PLTN. Demikian seperti dikutip dari Health24 dari Reuters Health, Jumat (18/3/2011).
Berikut daftar rekomendasi utama WHO:
1. Radionuklida utama yang dilepaskan PLTN Fukushima adalah cesium radioaktif dan yodium radioaktif. Anggota masyarakat bisa terpapar langsung ke radionuklida menyebar di udara atau lewat makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh bahan tersebut.
2. Jika yodium radioaktif dihirup atau ditelan, bahan ini akan berkonsentrasi dalam kelenjar tiroid dan meningkatkan risiko kanker tiroid. Risiko ini dapat diminimalkan dengan mengonsumsi pil kalium iodida yang memenuhi kelenjar tiroid dan membantu mencegah pemasukan bahan radioaktif. Ketika diberikan sebelum atau segera setelah terpapar, langkah ini dapat mengurangi risiko kanker dalam jangka panjang. Otoritas nasional adalah pihak yang tepat untuk menentukan apakah pil seseorang yang terpapar yodium radioaktif boleh mengonsumsi pil atau tidak.
3. Jika dosis radiasi melebihi ambang batas tertentu, maka dapat menyebabkan kulit kemerahan, rambut rontok, luka bakar radiasi, dan sindrom radiasi akut. Karena pekerjaan mereka, penyelamat dan pekerja PLTN dapat terkena dosis radiasi yang lebih tinggi daripada masyarakat pada umumnya.
4. Paparan radiasi dapat meningkatkan risiko kanker. Di antara penduduk yang selamat di Jepang dari bom atom Hiroshima dan Nagasaki yang dijatuhkan pada Agustus 1945, risiko leukemia meningkat beberapa tahun setelah paparan radiasi, sedangkan risiko kanker lain meningkat lebih dari 10 tahun setelah paparan.
5. Risiko kanker tiroid akibat paparan radiasi terjadi lebih tinggi pada anak dan kalangan dewasa.
6. Jika diperlukan, langkah-langkah seperti membatasi konsumsi sayuran dan produk susu yang dihasilkan di sekitar PLTN juga dapat mengurangi paparan.
7. Jika Anda masuk ke dalam ruangan setelah terpapar radiasi, tanggalkan baju di pintu masuk untuk menghindari kontaminasi lebih lanjut di rumah atau tempat tinggal Anda. Buang pakaian dan sepatu yang Anda pakai, lalu tempatkan dalam kantong plastik. Tutup rapat plastik, kemudian taruh di lokasi yang aman, jauh dari ruang tamu, anak-anak, dan hewan peliharaan.
8. Shower atau mandi dengan air hangat, bukan mendidih, dan sabun. Beritahu kepada otoritas nasional bahwa Anda mungkin telah terkontaminasi agar pakaian dan barang-barang pribadi bila ditangani secara tepat dan dibuang menurut prosedur nasional yang berlaku.
9. Jika Anda disarankan untuk tinggal di dalam rumah, Anda harus menemukan ruangan teraman di rumah atau bangunan kantor yang tidak memiliki jendela atau pintu. Sistem ventilasi, seperti sistem pemanas dan pendingin harus dimatikan.
10. Makanan dapat terkontaminasi bahan radioaktif sebagai hasil dari darurat nuklir atau radiologi. Permukaan makanan seperti buah-buahan dan sayuran atau pakan ternak bisa menjadi radioaktif akibat bahan radioaktif yang jatuh di atasnya lewat udara atau melalui air hujan.
11. Seiring waktu, radioaktif juga dapat menyebar ke dalam makanan; radionuklida ditransfer melalui tanah ke dalam tanaman atau hewan lewat sungai, danau, dan laut di mana ikan dan kerang bisa mengonsumsi bahan ini.
12. Radioaktif tidak dapat mencemari makanan yang dikemas, misalnya makanan kalengan atau plastik. Makanan tersebut dilindungi dari bahan radioaktif selama makanan tersebut disegel.
13. Pada tahap awal keadaan darurat, dan jika aman untuk melakukannya, sayuran dan pakan ternak dapat dilindungi dengan lembaran plastik atau terpal. "Bawa ternak dalam lahan penggembalaan. Pindahkan hewan ke gudang. Tutup tanaman dan hasil panen dengan baik.
14. Hindari konsumsi susu yang diproduksi secara lokal, seperti susu atau sayuran, hindari menyembelih hewan dan jangan memancing, berburu, atau mengumpulkan, makan jamur hutan, dan tanaman hutan lainnya.
WHO mengatakan, kebijakan yang diambil Jepang sejauh ini telah memenuhi rekomendasi kesehatan publik, termasuk mengevakuasi orang-orang dalam jarak 20 km dari PLTN Fukushima dan meminta orang-orang dalam jarak 30 km dari PLTN untuk tinggal di dalam rumah.
WHO menegaskan, tidak ada indikasi bahaya keamanan pangan akibat impor produk makanan dari Jepang. Namun, WHO tetap meminta pemerintah Jepang untuk tetap melindungi produksi pangan dan ternak meski tidak langsung berasal dari daerah sekitar PLTN. Demikian seperti dikutip dari Health24 dari Reuters Health, Jumat (18/3/2011).
Berikut daftar rekomendasi utama WHO:
1. Radionuklida utama yang dilepaskan PLTN Fukushima adalah cesium radioaktif dan yodium radioaktif. Anggota masyarakat bisa terpapar langsung ke radionuklida menyebar di udara atau lewat makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh bahan tersebut.
2. Jika yodium radioaktif dihirup atau ditelan, bahan ini akan berkonsentrasi dalam kelenjar tiroid dan meningkatkan risiko kanker tiroid. Risiko ini dapat diminimalkan dengan mengonsumsi pil kalium iodida yang memenuhi kelenjar tiroid dan membantu mencegah pemasukan bahan radioaktif. Ketika diberikan sebelum atau segera setelah terpapar, langkah ini dapat mengurangi risiko kanker dalam jangka panjang. Otoritas nasional adalah pihak yang tepat untuk menentukan apakah pil seseorang yang terpapar yodium radioaktif boleh mengonsumsi pil atau tidak.
3. Jika dosis radiasi melebihi ambang batas tertentu, maka dapat menyebabkan kulit kemerahan, rambut rontok, luka bakar radiasi, dan sindrom radiasi akut. Karena pekerjaan mereka, penyelamat dan pekerja PLTN dapat terkena dosis radiasi yang lebih tinggi daripada masyarakat pada umumnya.
4. Paparan radiasi dapat meningkatkan risiko kanker. Di antara penduduk yang selamat di Jepang dari bom atom Hiroshima dan Nagasaki yang dijatuhkan pada Agustus 1945, risiko leukemia meningkat beberapa tahun setelah paparan radiasi, sedangkan risiko kanker lain meningkat lebih dari 10 tahun setelah paparan.
5. Risiko kanker tiroid akibat paparan radiasi terjadi lebih tinggi pada anak dan kalangan dewasa.
6. Jika diperlukan, langkah-langkah seperti membatasi konsumsi sayuran dan produk susu yang dihasilkan di sekitar PLTN juga dapat mengurangi paparan.
7. Jika Anda masuk ke dalam ruangan setelah terpapar radiasi, tanggalkan baju di pintu masuk untuk menghindari kontaminasi lebih lanjut di rumah atau tempat tinggal Anda. Buang pakaian dan sepatu yang Anda pakai, lalu tempatkan dalam kantong plastik. Tutup rapat plastik, kemudian taruh di lokasi yang aman, jauh dari ruang tamu, anak-anak, dan hewan peliharaan.
8. Shower atau mandi dengan air hangat, bukan mendidih, dan sabun. Beritahu kepada otoritas nasional bahwa Anda mungkin telah terkontaminasi agar pakaian dan barang-barang pribadi bila ditangani secara tepat dan dibuang menurut prosedur nasional yang berlaku.
9. Jika Anda disarankan untuk tinggal di dalam rumah, Anda harus menemukan ruangan teraman di rumah atau bangunan kantor yang tidak memiliki jendela atau pintu. Sistem ventilasi, seperti sistem pemanas dan pendingin harus dimatikan.
10. Makanan dapat terkontaminasi bahan radioaktif sebagai hasil dari darurat nuklir atau radiologi. Permukaan makanan seperti buah-buahan dan sayuran atau pakan ternak bisa menjadi radioaktif akibat bahan radioaktif yang jatuh di atasnya lewat udara atau melalui air hujan.
11. Seiring waktu, radioaktif juga dapat menyebar ke dalam makanan; radionuklida ditransfer melalui tanah ke dalam tanaman atau hewan lewat sungai, danau, dan laut di mana ikan dan kerang bisa mengonsumsi bahan ini.
12. Radioaktif tidak dapat mencemari makanan yang dikemas, misalnya makanan kalengan atau plastik. Makanan tersebut dilindungi dari bahan radioaktif selama makanan tersebut disegel.
13. Pada tahap awal keadaan darurat, dan jika aman untuk melakukannya, sayuran dan pakan ternak dapat dilindungi dengan lembaran plastik atau terpal. "Bawa ternak dalam lahan penggembalaan. Pindahkan hewan ke gudang. Tutup tanaman dan hasil panen dengan baik.
14. Hindari konsumsi susu yang diproduksi secara lokal, seperti susu atau sayuran, hindari menyembelih hewan dan jangan memancing, berburu, atau mengumpulkan, makan jamur hutan, dan tanaman hutan lainnya.
by : OkeZone
Jumat, 04 Maret 2011
Juara 2 Lomba Menulis Surat Untuk Bupati
Selamat ya Nadifah Adya Ilham telah mendapatkan juara 2 Lomba Menulis Surat Kepada Bupati. tingkatkan terus Prestasimu. dan inilah surat yang diberikan kepada Bupati :
Kepada Yang Terhormat
Kepada Yang Terhormat
Bupati Banyuwangi
Hj.Abdullah Azwar Anas
Di_tempat
Di_tempat
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Teriring saya ucapkan salam untuk Bapak.Bupati, agar bapak selalu dilindungi oleh Allah SWT disetiap langkah bapak.
Pak.Anas sebenarnya saya bangga sekali kepada bapak, karena di masa yang muda ini bapak sudah bisa bersemangat memimpin rakyat Banyuwangi agar Banyuwangi bias lebih maju dan sejahtera. Seperti kata Bung Karno “ Berikan saya 1.000 pemuda, maka saya akan mengubah dunia lebih baik “. Saya berharap semoga perkataan Bung Karno itu dapat terwujut dengan semangat Bapak membangun Kabupaten Banyuwangi.
Perknalkan nama saya Nadifah Adya Ilham, saya kelas 5 di Sd.Muhammadiyah I Banyuwangi, dalam kesempatan kali ini saya bermaksud untuk menyampaikan keinginan saya di Banyuwangi masa yang akan datang dan menjadikan Banyuwangi yang lebih maju dan sejahtera.
Perkenankan saya untuk menyampaikan keinginan saya. Saya ingin perpustakaan di Banyuwangi ini di galakan lagi, karena sebenarnya teman – teman dan saya sangat senang membaca buku. Saya ingin program perpustakaan keliling di desa – desa terpencil ada, agar semua masyarakat di Banyuwangi senang membaca, Dan juga bengunan perpustakaan untuk di perindah dan bubku – bukunya diperbanyak lagi agar semua masyarakat di Banyuwangi makin giat untuk membaca,dan bias menjadikan masyarakat Banyuwangi lebih pintar dan berkembang.
Pak.Anas apa di hutan baluran sudah ada kebun binatang? Berhubung banteng itu memang hewan yang langka saya ingin Suaka Margasatwa baluran diperindah lagi supaya bias menarik wisatawan mancanegara untuk mengunjunginya, pasti bias menambah devisa Negara kita.
Pak.Anas sebenarnya di sekolah Banyuwangi ini diselenggarakan Lomba Kebersihan Sekolah saya ingin Pemerintahan Daerah Banyuwangi memberikan usul kepada sekolah untuk membersihkan kamar mandi sekolah dan juga tentunya membuang sampah menurut jenisnya, sepertin bungkus bungkus plastic dibuang di tempat sampah kering, begitu pula seperti kulit paisang dibuang di sampah basah agar mudah di daur ulang. Apa lagi jika sampah organik, kita daur ulang menjadi pupuk dan bias meringankan beban para petani. Itu semua kita lakukan agar murid murid di sekolah merasa nyaman berada di sekolah. Betul kan ???
Pak.Anas, potensi wisata di Banyuwangi ini sangat bagus dan indah lho… Cuma sayangnya kebanyakan tempat tempat wisata yang menarik di Banyuwangi ini terletak di desa desa terpencil. Contohnya Pantai Pulau Merah di Sanggar, Segara Anakan di desa Grajagan, dan Kawah Ijen. Jadi tempat wisata ini harus dikembangkan kembali, jalannya harus dibetulkan, tempat penginapan harus segara di perindah dan dibersihkan supaya bias menarik wisatawan mancanegara dan wisatawan domestic untuk mengunjunginya.
Demikianlah yang bisa saya sampaikan, semoga keinginan dan usul saya ini dapat bermanfaat di Banyuwangi ini masa yang akan datang amiinnn…
Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
Salam Hormat
Nadifah Adya Ilham
Senin, 31 Januari 2011
"Green Finance" Solusi Perubahan Iklim
JAKARTA, KOMPAS.com - Konsep green finance atau pengucuran modal dengan menggunakan prinsip ramah lingkungan bisa menjadi solusi dari sektor finansial untuk mengatasi dampak perubahan iklim global.
"Ada dua ancaman serius, yaitu masalah penggunaan energi dan lingkungan hidup yang bisa diatasi dengan green finance," kata Special Advisor Head Environment Finance Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Takashi Hongo dalam diskusi yang digelar Masyarakat Perikanan Nusantara (MPN) di Jakarta, Kamis (28/1/2011).
Namun, menurut Hongo, untuk menerapkan konsep green finance secara nyata dibutuhkan tekad dari badan finansial, baik swasta maupun pemerintah, untuk mengeluarkan investasi dalam jumlah yang besar. Selain itu, penerapan green finance membutuhkan kemajuan teknologi yang dapat mengurangi dampak perubahan iklim.
Ia mencontohkan, sejumlah nelayan di Jepang beberapa tahun lalu memutuskan untuk menggunakan teknologi LED (light emitting diode) akibat mahalnya harga bahan bakar yang biasa dipakai untuk melaut.
Hongo memaparkan, pada awalnya memang dibutuhkan biaya yang besar untuk membeli dan melengkapi kapal penangkap ikan dengan LED, tetapi setelah digunakan mereka dapat menghemat biaya operasional. "Mereka (para nelayan) meminjam uang dari bank," katanya.
Untuk itu, menurut dia, pembiayaan dan dorongan untuk menggunakan teknologi ramah lingkungan merupakan kunci yang dibutuhkan dalam penerapan green finance.
Sementara itu, pembicara lainnya, Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya, Suseno Sukoyono mengatakan, sebenarnya terdapat banyak peluang bisnis atau finansial yang dapat dikembangkan akibat perubahan iklim, termasuk salah satunya green finance.
Apalagi, ujar dia, Indonesia sebenarnya bukanlah merupakan penyumbang emisi terbesar tetapi perubahan iklim telah mengakibatkan sejumlah masalah seperti kenaikan suhu dan naiknya permukaan air laut yang tampak seperti fenomena rob yang akhir-akhir ini kerap terjadi di kawasan Muara Baru, Jakarta Utara.
"Indonesia menghasilkan 1,7 emisi per kapita, sedangkan Amerika Serikat 20,6 dan Australia 16,2," katanya.
Ia juga mengingatkan, krisis energi seperti kenaikan harga minyak yang kini telah mencapai sekitar 100 dolar AS seharusnya juga bisa menjadikan salah satu aspek untuk mendorong penerapan green finance.
Ketua MPN Muhammad Taufiq mengharapkan terbangun jaringan baik di dalam maupun luar negeri atau organisasi internasional dalam menciptakan sumber peluang pembangunan berkelanjutan melalui green finance.
"Skema pendanaan green finance dengan dilandasi lingkungan investasi yang kondusif dengan memasukkan aspek perubahan iklim menjadi salah satu solusi penting dalam membangun Indonesia secara berkelanjutan," katanya.
Berdasarkan data MPN, terdapat potensi total ekonomi kelautan Indonesia yang mencapai 800 miliar dolar AS per tahun yang belum sepenuhnya bisa dimanfaatkan antara lain karena kendala biaya.
Kamis, 27 Januari 2011
Berapa Banyak Planet seperti Bumi?
Tanya:
Berapa persen kemungkinan planet lain di jagat raya yang mirip dengan Bumi dan memungkinkan adanya kehidupan? Apa saja yang dijadikan indikator untuk menentukan planet itu ada kehidupan atau bisa dihuni?
Jawab:
Walaupun masih perlu dikaji ulang dan diperdebatkan, menurut perhitungan ilmuwan yang saya ketahui adalah sekitar 23 persen kemungkinan adanya planet yang serupa dengan Bumi. Artinya kalau ada 1000 bintang yang menyerupai matahari dan tata surya kita, maka kemungkinan ada 230 bumi-bumi lainnya.
Yang terutama menjadi indikator tak langsung adanya kehidupan di planet ekstrasurya adalah komposisi atmosfernya. Atmosfer planet bisa dianalisis melalui spektroskopi dari cahaya planet tersebut. Cahaya planet tersebut berasal dari sinar bintang yang dipantulkan, seperti kita melihat planet Venus, Jupiter, Saturnus yang memantulkan sinar dari matahari.
Dari komposisi atmosfer yang mungkin saja mengandung oksigen, ozon, uap air, dan gas metana, ada kemungkinan disimpulkan bahwa ada tumbuhan, hewan, dan vulkanologi di planet tersebut. Jadi sudah mirip dengan bumi kita. Entah ada makhluk hidup seperti manusia, itu tergantung bagaimana evolusi kehidupan di planet tersebut berlangsung.
Kompas.com
Langganan:
Postingan (Atom)




